Showing posts with label KAJIAN IT(INTERNET AND KOMPUTER). Show all posts
Showing posts with label KAJIAN IT(INTERNET AND KOMPUTER). Show all posts

Monday, January 30, 2012

REGRESI DAN KORELASI


Pengertian Regresi
Yaitu garis yang menunjukkan hubungan dua macam variabel (Estimating line)

Thursday, December 29, 2011

Belajar Microsoft Word

Monday, December 26, 2011

Aplikasi Dahsyat iPad di Penghujung 2011


Bagi Anda pengguna iPad, berikut terdapat beberapa aplikasi dahsyat yang dapat dimanfaatkan untuk memaksimalkan kinerja tablet tersebut. Jika Anda beruntung, pelbagai aplikasi tersebut bisa didapatkan pada Desember ini.

1. Instapaper – adalah aplikasi iPad yang dikhususkan untuk memudahkan dalam membaca. Kemampuan aplikasi ini dapat menyimpan bahan bacaan dengan rung lebih. Aplikasi ini dapat menyimpan bahan bacaan dimanapun, laptop, iPhone, atau dari iPad.
2. Zite – aplikasi yang dikembangkan untuk memercantik tampilan serta kecerdasan iPad ini memiliki kemampuan untuk memasukkan aplikasi seperti Google Reader atau Twitter. Layar iPad Anda juga dapat dikreasikan dengan tampilan bak majalah.
3. Showyou – aplikasi ini sangat tepat bagi Anda yang gemar melihat video di Youtube. Dengan Showyou, tampilan video di Youtube akan lebih menarik dengan kualitas gambar jempolan dan proses aliran video yang tanpa buffering.
4. Netfix – gemar menonton TV dan tidak selalu berada di depan layar televisi? Netfix solusinya. Aplikasi berbayar USD 8 ini dapat men-streaming acara TV favorit Anda dan dapat dinikmati setiap saat.
5. Find My Phone – aplikasi ini akan membantu Anda mencari iPhone yang hilang atau dicuri. Dengan bantuan service iCloud, maka Apple akan mempu mendeteksi keberadaan iPone yang hilang.

Cara Merakit Komputer Serta Gambar Yang Lengkap Tersaji

Thursday, December 15, 2011

ADC & DAC PADA I2C BOARD

I. Judul Percobaan:
ADC & DAC PADA I2C BOARD


II.Tujuan Percobaan:
1. Untuk Mengenal Modul Serial port dengan I2C
2. Mempelajari Konfigurasi Input dari ADC dan DAC serial port dengan I2C


III.Dasar Teori:
ADC dan DAC yang sangat berguna dalam pengabungan alat analog dan digital.
DAC digunakan untuk mengubah data dimulai dari byte yang ada lalu dikirimkan ke sebuah IC PCF8591 yang disimpan pada DAC data register dan di konvert/ diubah tegangan analog yang cocok dengan menggunakan Chip yang ada pada DAC converter.
ADC digunakan untuk mengubah tengangan input menjadi Byte. Hasil pengubahan dari tegangan input disimpan di dalam ADC data register dan menantikan pengiriman.

IV. Alat dan Bahan:
1. Modul Serial Port
2. ADC & DAC I2C Board

V. Prosedur Percobaan:
1. Membaca Data secara ADC dengan I2C
a. Hubungkan modul S-Board dengan modul EX-08
b. Hubungkan modul S-Board seperti gambar di bawah ini





c. Pada I2C masukkan modul yang ada pada folder module.
Lihat panel project lalu click add module I2Cser.bas
d. Ketik dan coba Anda jalankan perintah-perintah Visual Basic yang telah
disediakan sesuai dengan intruksi dari asisten.

Programming :

Private Sub Form_Load()
MSComm1.portOpen = True
End Sub

Private Sub Timer1_Timer()
Call 12CVStart
Call Send8BIT(&H90)
Call Ack
Call12CStop
Call 12CStart
Call Send*BIT(&H(!)
Call Ack
Text1.Text = (Read*Bit * 5)/255
Call Mack
Text2.Text = (Read*Bit * 5)/255
Call Mack
Text3.Text = (Read*Bit * 5)/255
Call Mack
Text4.Text = (Read*Bit * 5)/255
Call Mack
Call 12CStop
End Sub

VI. Analisa dan Pembahasan:
ADC untuk mengubah sebuah rangkaian input menjadi byte,
Rangkaian yang mengubah sebuah tegangan menjadi arus,dan dalam menggunakan arus untuk mencharge sebuah capasitor memperoleh sebuah waktu proposional untuk input tegangan.
Untuk dapat menggirimkan tegangan yang diinginkan secara DAC dengan kondisi sebagai berikut: tegangan akan dikirim jika ditulis besar tegangan yang diinginkan dalam text box pada form Visual basic dan tegangannya dibatasi hanya sebesar 5 volt.

VII. Kesimpulan:
Untuk mengirim data dari anlog ke digital/ sebaliknya.sebelumnya, dilakukan converter dan mengubah tegangan

9 Fakta Handphone Android

Android adalah sistem operasi smartphone layar sentuh seperti iOS iPhone dan OS BlackBerry. Android dikembangkan Google dan pertama kali muncul tahun 2007 dengan ponsel pertamanya G1 T-Mobile.


1. Apa yang spesial dari Android?
Tidak seperti OS Apple, Research In Motion (RIM) atau Windows Mobile Microsoft, Google merilis Android sebagai OS open-source di bawah naungan Open Handset Alliance. Hal lainnya Android adalah OS yang sangat baik, cepat dan kuat serta memiliki antarmuka pengguna intuitif yang dikemas dengan pilihan dan fleksibilitas. Google terus mengembangkannya.

2. Apakah ponsel Android disebut “Droids”?
Tidak. “Droid” adalah merek ponsel Android milik Verizon Wireless (Droid X, Droid Eris, Droid Incredible dan sebagainya). HTC Evo 4G Sprint bukanlah “Droid” tapi masih merupakan smartphone Android.

3. Mengapa memilih ponsel Android daripada iPhone?
Salah satu alasannya adalah Android terintegrasi dengan layanan Google seperti Gmail, Google Calendar, Google Contacts dan Google Voice dan sempurna bagi siapa saja yang menggunakan layanan Google.

Salah satu hal dari Android adalah saat pertama menyalakannya Anda diminta memasukkan nama pengguna Google dan password dan semua pesan Google, kontak dan info lainnya mulai tersinkronisasi ke handset tanpa sync ke desktop. Selain itu Android merupakan open source yang di mana kita bebas melakukan apapun perihal aplikasinya.

4. Kelemahan Android?
Menyangkut musik dan video Android tidak memiliki media resmi syncing klien ke desktop. Namun, pada umumnya Android memberi Anda lebih banyak pilihan tentang bagaimana mengatur ponsel Anda dan kontennya.

5. Apa beda versi-versi Android, seperti “Donut,” “Cupcake” dan “Froyo”?
Sama seperti Apple iOS, Google terus mengupdate Android dengan fitur baru. Versi terbaru Android adalah 2.2 dengan kode nama “Froyo” menambahkan fitur penarikan USB langsung, fungsi hotspot mobile dan dukungan Flash. Ini berarti Flash video dan modul Flash yang tidak bekerja pada iPhone akan bekerja pada web browser Android. Versi 1.6 disebut “Donut” yang menambahkan kecepatan, peningkatan resolusi layar dan aplikasi kamera dan perekam lebih cepat. Versi 1.5 “cupcakes” menambahkan perekam video.

6. Jika ada Android 2.2 mengapa terjebak versi 2.1 bahkan 1.6?
Salah satu kelemahan Google adalah begitu banyak menyediakan versi Android. Manufaktur dan operator dapat memutuskan meng-upgrade ponsel mereka ke versi terbaru Android.

Di sisi lain, iPhone yang memiliki sedikit versi di mana untuk meluncurkan versi baru iOS dapat dilakukan sekaligus dan lebih mudah.

7. Berapa banyak aplikasi tersedia untuk Android?
Sekitar 70 ribu lebih dan terus meningkat setiap hari. Google tidak memberi perlakuan khusus atas aplikasi mereka.

8. Bagaimana memilih ponsel Android?
Ponsel Android tersedia dengan beraneka macam bentuk. Apakah Anda ingin ponsel QWERTY atau lebih suka dengan touchscreen? Mencari layar besar atau yang mudah masuk saku? Apakah Anda pemakai e-mail dan pesan teks atau tertarik menonton film dan video dalam layar besar? Semua pertanyaan itu terjawab oleh produk Android saat ini.

9. Ponsel Android terbaru?
Ada HTC Evo 4G. Samsung akan merilis ponsel Android Galaxy S-class: Tipis dan ringan, layar super AMOLED 4 inci kontras tinggi, dan tersedia pada semua operator besar AS. Jika mencari ponsel Android QWERTY slide-out, pertimbangkan Motorola Droid 2 Verizon atau Samsung Epic 4.

sumber: http://jelajahunik.blogspot.com/2010/12/10-fakta-handphone-android.html

Tuesday, December 13, 2011

Chapter9SDP--POinter

# Chapter 9 : Pointer

Pointer adalah suatu variabel penunjuk yang menunjuk pada suatu alamat memori komputer tertentu. Pointer merupakan variabel level rendah yang dapat digunakan untuk menunjuk nilai integer, character, real, dan bahkan tipe-tipe data lain yang didukung oleh bahasa Pascal. Variabel biasa, sifatnya statis dan sudah pasti, sedangkan pada pointer sifatnya dinamis dan dapat lebih fleksibel.

Variabel pointer yang tidak menunjuk pada nilai apapun berarti memiliki nilai NULL, dan disebut sebagai Null pointer karena nilainya tidak diinisialisasi dan tidak dapat diprediksi. Pointer Null, jika diakses nilai isinya maka akan memunculkan error pada saat eksekusi, karena pointer Null tidak memiliki isi.
Sedangkan pointer yang tidak NULL adalah pointer yang mengacu ke sebuah alamat yang memiliki data di dalam memori.

Pendeklarasian variabel pointer menggunakan tanda ^ sebelum nama typedatanya, sedangkan untuk menampilkan nilai yang ditunjuk oleh suatu variabel pointer, juga digunakan operator ^ setelah nama variable pointernya.

Pendeklarasian variabel biasa dan pointer:

//variabel biasa
var
nilai : integer;
nilai2 : real;
nama : string;

//variabel pointer
var
nilai : ^integer;
nilai2 : ^real;
nama : ^string;

menginisialisasi dan menampilkan nilai yang ditunjuk pointer adalah dengan cara memberikan operator ^ setelah nama variable pointernya.

Contoh:  nilai^







Practice 9-1:




Practice 9-2:






Practice 9-3:




















Practice 9-4:




























Practice 9-5:







Happy Coding…!

PENGUMPULAN DAN PENYAJIAN DATA

Pertemuan 3
PENGUMPULAN DAN PENYAJIAN DATA

I. Populasi dan Sampel

1. Pengertian Dasar
1 Populasi adalah seluruh obyek yang ingin kita ketahui besaran karakteristiknya.
2 Sampel adalah sebagian obyek populasi yang mewakili karakteristik populasinya, dan kemudian diteliti.
3 Hasil penelitian atas sampel kemudian digeneralisasi bagi keseluruhan populasi. Maka sampel harus representatif (bersifat mewakili populasi).

Contoh:
1 Seseorang yang mengadakan suatu kunjungan ke suatu daerah dapat bercerita banyak tentang keadaan daerah itu, berdasarkan apa yang diamatinya selama satu minggu.
2 Seseorang yang akan membeli buah, biasanya mencoba dulu beberapa biji untuk mengetahui manis tidaknya buah itu.
3 Dokter memeriksa pasien dengan menggunakan sampel daerah pasien itu.s
















2. Sifat populasi
Berdasarkan sifatnya, populasi dapat digolongkan menjadi populasi yang homogen dan heterogen.
a. Populasi homogen adalah sumber data yang unsur-unsur atau elemennya memiliki sifat yang mendekati sama sehingga tidak perlu ditetapkan jumlahnya secara kuantitatif.
b. Populasi heterogen adalah sumber data yang unsur-unsurnya memiliki sifat yang berbeda (bervariasi) sehingga perlu penetapan batas-batasnya secara kuantitatif.

3. Alasan mengapa digunakan sampel
a. Penggunaan metode sampel dapat menghemat biaya, waktu, dan tenga untuk penelitian.
b. Dalam kasus tertentu, kita mungkin menghadapi objek yang mudah rusak atau berbahaya, misalnya bola lampu, kendaraan, komputer, atau ujicoba senapan dan peluruh. Hal ini tidak memungkinkan meneliti seluruh populasi.
c. Untuk populasi yang homogen, seperti kadar garam pada air laut, darah dalam tubuh seseorang, maka kita tidak perlu mengadakan penelitian terhadap seluruh elemen populasi.

II. PROSES SAMPLING

II.A Tahapan Sampling

1 Penentuan populasi yang meliputi elemen, unit sampling, dan dimensi waktu, dan sifat populasi.
2 Identifikasi sifat populasi dan kerangka sampling
3 Tentukan teknik sampling.
4 Tentukan ukuran sampel.

II.B Prosedur Sampling

Prosedur sampling secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu Sampling Probabilitas dan Sampling Non-Probabilitas.

II.B.1 Prosedur Sampling Probabilitas

Dalam teknik ini, masing-masing elemen populasi memiliki kesempatan untuk menjadi elemen sampel. Prosedur ini dapat dikelompokkan ke dalam beberapa kelompok teknik sampling, yaitu:

1. Teknik Simple Random Sampling
5 Sampel diambil secara acak tanpa memperhatikan strata (jenjang)
6 Elemen populasi berpeluang sama untuk menjadi elemen sampel
7 Cocok untuk populasi yang homogen

2. Teknik Stratified Random Sampling
8 Populasi dibagi ke dalam strata atau jenjang (misal: tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, dsb.)
9 Untuk tiap strata, dilakukan pemilihan sampel dengan simple random sampling.
10 Cocok untuk populasi yang berstrata atau berjenjang.

3. Teknik Clustered (Area) Random Sampling
11 Populasi dibagi ke dalam kelompok, area atau cluster (wilayah propinsi, pegawai negeri, swasta, karyawan swasta, TNI/POLRI, petani, dsb.)
12 Untuk tiap cluster, dilakukan pemilihan sampel dengan simple random sampling.
13 Cocok untuk populasi yang memiliki cluster/kelompok/area.

4. Teknik Systematic Sampling
Pada teknik systematic sampling, pengambilan sampel didasarkan pada urutan populasi yang telah diberi nomor urut atau anggota sampel diambil dari populasi pada jarak interval waktu atau ruang tertentu dengan urutan yang seragam.
Sebagai contoh:
• Sampel diambil dari daftar populasi yang bernomor genap atau ganjil saja.
• Pengambilan sampel tanah pada kedalaman 0 m, 5 m, 10 m, 15 m, dst (pada interval 5 meter).

II.B.2 Prosedur Sampling Non-Probabilitas

Pengambilan sampel didasarkan pada kebijaksanaan peneliti sendiri.

1. Teknik Convenience Sampling
14 Sampel diambil berdasarkan kesukaan peneliti
15 Misalnya dengan menghadang pengunjung yang baru keluar belanja.

2. Teknik Accidental Sampling
16 Teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa yang kebetulan bertemu dengan peneliti dapat dijadikan sampel jika dipandang cocok.
17 Teknik ini cocok untuk survei pemasaran, kepuasan pelanggan dan sejenisnya, di mana kita tidak mengetahui dengan jelas jumlah populasinya.

3. Teknik Judgment/Purposive Sampling
18 Didasarkan pada pendapat/pertimbangan pakar.
19 Didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan tertentu yang diberikan oleh pakar atau ahli untuk pengambilan sampelnya.
20 Cocok untuk studi kasus, misalnya:
21 Peneliti ingin mengetahui model kurikulum SMA yang cocok. Maka sampel yang dipilih adalah para guru dan ahli-ahli pendidikan dan manajemen pendidikan, warga masyarakat yang berpengalaman.
22 Kasus bumbu masak yang dinyatakan haram. Peneliti ingin mengetahui penyebabnya dengan cara mencari sampel (responden) yang ahli di bidang pembuatan bumbu masak, responden dari kalangan ulama yang dapat memberikan fatwa.

4. Teknik Quota Sampling
21 Penentuan sampel dari populasi yang memiliki ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan, yang didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan tertentu dari peneliti. Contohnya:
22 Peneliti ingin mengetahui informasi tentang penempatan karyawan yang tinggal di Perum Pondok Hijau, dalam kategori jabatan tertentu dan pendapatan tertentu. Pemilihan sampel akan ditentukan pertimbangan oleh peneliti sendiri.

5. Teknik Snowball Sampling
Teknik sampling berangkat dari sejumlah sampel (responden) yang kemudian mereka mengajak para temannya untuk dijadikan sampel dan seterusnya sehingga jumlah sampel semakin besar seperti bola salju yang menggelinding. Contohnya:
2 Akan diteliti siapa dalang pengedar Narkoba di SMP Mekarsari, siapa yang menjadi otak pembunuhan murid di SD Kuasa Mandiri, siapa yang membocorkan rahasia soal ujian negara, dsb.

II.C Penentuan Jumlah Sampel

II.C.1 Untuk jumlah populasi yang diketahui

Untuk jumlah populasi yang telah diketahui dapat digunakan rumus Taro Yamane (Riduwan dan Akdon, 2006) untuk menghitung jumlah sampel yang diperlukan:



Dalam rumus di atas:
n = Jumlah sampel
N = Jumlah populasi
d = level signifikansi yang diinginkan (umumnya 0,05 untuk bidang non-eksak dan 0,01 untuk bidang eksakta).

Metode lainnya untuk penentuan jumlah sampel adalah dengan menggunakan Tabel Krejcie:

N S N S N S
50 44 600 234 5000 357
100 80 700 248 8000 367
200 132 800 260 10000 370
300 169 900 269 50000 381
400 196 1000 278 75000 382
500 217 3000 341 100000 384

II.C.2 Untuk jumlah populasi yang tak diketahui
1 Dianjurkan di atas 30 sampel.
2 Untuk survei bisnis, sampel sekitar 100 dianggap memadai.
3 Atau berkisar 15 sampai 20 kali dari variabel bebas (Joseph F. Hair, 1998).

III. KLASIFIKASI DAN TABULASI DATA

Setelah data dikumpulkan, selanjutnya data perlu diklasifikasi dan ditabulasi agar mudah melihat sifat data yang menonjol. Presentasi data dalam bentuk tabel merupakan suatu kegiatan statistik yang menunjukkan informasi penting dari data tersebut.

A. Pengertian Klasifikasi Data
Langkah awal analisis data adalah klasifikasi data. Klasifikasi data berarti memisah-misahkan sifat-sifat dari data heterogen ke dalam kelompok yang homogen.

PENDUDUK
PRIA WANITA
KAWIN BELUM KAWIN KAWIN BELUM KAWIN
Umur Pendidikan Umur Pendidikan Umur Pendidikan Umur Pendidikan

B. Tujuan Klasifikasi Data
1. Mengelompokkan sifat-sifat yang sama ke dalam kelompok atau kelas yang sama.
2. Memudahkan perbandingan.
3. Mengelompokkan informasi penting dan menghilangkan hal-hal yang tak perlu.
4. Menunjukkan sifat yang menonjol sehingga mudah dilihat sekilas.
5. Memudahkan perlakuan statistik selanjutnya atas data yang telah dikumpulkan, misalnya untuk analisis, interpretasi, atau penyusunan laporan.

C. Dasar-dasar Klasifikasi
1. Klasifikasi berdasarkan sifat (atribut)  warna kulit, hobi (kualitatif)
2. Klasifikasi berdasarkan angka  harga barang, upah karyawan (kuantitatif)

D. Penyusunan Data Secara Berurut (Seriation)
1. Berdasarkan urutan waktu (disebut time series)
Contoh: Pendapatan Nasional (dalam Miliar Rupiah)

Tahun Pendapatan Nas. Tahun Pendapatan Nas.
1960 390,2 1963 410,4
1962 412,3 1964 425,8

2. Pengurutan berdasarkan wilayah

Negara Pertumbuhan Rata-rata
1. Colombia 3.1
2. Costa Rica 2.8
3. Dominica 3.2
4. Egypt 3.6
5. Indonesia 4.2

3. Berdasarkan frekuensi  distribusi frekuensi

D. Distribusi Frekuensi
Suatu tabel yang mengelompokkan banyaknya kejadian/frekuensi (cases) ke dalam kelompok-kelompok.

1. Tabel frekuensi menurut angka  tabel frekuensi yang kelasnya dinyatakan dalam bentuk angka.


Contoh: Distribusi Frekuensi Usia Karyawan UD. Sejahtera
Usia Frekuensi
20-24 3
25-29 8
30-34 17
35-39 13
40-44 7
45-49 2

2. Tabel frekuensi menurut kategori  tabel frekuensi yang kelasnya dinyatakan dalam bentuk kategori.

Contoh: Distribusi Frekuensi Pekerjaan Penduduk Caturtunggal
Pekerjaan Frekuensi
Wiraswasta 3423
Pegawai Negeri 890
Pegawai Swasta 1756
TNI/POLRI 213
Buruh 4521
Lain-lain 459

E. Cara Menyusun Distribusi Frekuensi

1. Menentukan jumlah kelas. Rumus yang umum digunakan adalah Rumus H. A. Sturges:



K = Jumlah kelas
N = Banyak Frekuensi
3,322 = Konstanta

Angka Log10 Angka Log10 Angka Log10
1 0 11 1.0413927 30 1.477121
2 0.30103 12 1.0791812 35 1.544068
3 0.47712 13 1.1139434 40 1.60206
4 0.60206 14 1.146128 45 1.653213
5 0.69897 15 1.1760913 50 1.69897
6 0.77815 16 1.20412 55 1.740363
7 0.8451 17 1.2304489 60 1.778151
8 0.90309 18 1.2552725 65 1.812913
9 0.95424 19 1.2787536 70 1.845098
10 1 20 1.30103 75 1.875061

Cari dengan Excel  rumus: =log10(Cell)

2. Menentukan interval kelas
a. Gunakan interval kelas yang sama
b. Gunakan kelas tertutup  memudahkan penentuan nilai tengah
c. Besarnya kelas interval sebaiknya 5 atau kelipatan 5, misalnya 10, 15.

Rumus Sturges untuk menentukan Interval Kelas:


IK = Interval kelas
Range = Nilai terbesar – Nilai terkecil
K = Banyaknya kelas

Latihan Soal:
Buatlah Tabel Frekuensi dengan menghitung banyaknya kelas dan Interval kelas data berikut ini:
33 35 35 39
41 41 42 45 47 48
50 52 53 54 55 55 57 59
60 60 61 64 65 65 65 66 66 67 68 69
71 73 73 74 74 76 77 77 78
80 81 84 85 85 88 89
91 94 94 98

IV. PENYAJIAN DALAM BENTUK CHART DAN HISTROGRAM

A. Bar Chart
Menghasilkan representasi grafis cacah frekuensi untuk setiap nilai yang berlainan.




A. Pie Chart
Menghasilkan representasi grafis berupa lingkaran.



A. Histogram
Menghasilkan representasi grafis berdasarkan interval.

UKURAN NILAI SENTRAL DAN UKURAN NILAI LETAK

Pertemuan 4
UKURAN NILAI SENTRAL DAN UKURAN NILAI LETAK

4.1 Pengertian Nilai Sentral: Mean, Median, Modus
4.2 Ukuran Letak: Kuartil, Desil dan Persentil

4.1. Nilai Sentral
A. Pengertian Nilai Sentral
Nilai sentral suatu rangkaian data adalah nilai dalam rangkaian data yang dapat mewakili data tersebut. Suatu rangkaian data biasanya memiliki tendensi (kecenderungan) untuk memusat pada nilai sentral ini.

B. Macam Nilai Sentral
1. Arithmatic Mean (Rata-rata Hitung)
a. Rata-rata hitung sederhana (Simple Arithmatic Mean)
Jumlah seluruh nilai data dibagi dengan banyaknya kejadian atau frekuensi.



X = dibaca X bar merupakan notasi untuk nilai rata-rata
 = dibaca sigma, yang berarti jumlah
X = nilai data dari X1 … Xn

Contoh: Persentase Keuntungan lima perusahaan
A B C D E
5 6 8 7 9

X = (5 + 6 + 8 + 7 + 9)/5 = 35/5 = 7

b. Rata-rata Hitung Terbobot (Weighted Mean)
Tiap kasus atau frekuensi dikalikan dengan bobot, kemudian dibagi dengan jumlah bobot.



Jenis Barang Harga/kg
(X) Bobot
(W) Harga x Bobot
(X x W)
1. Beras
2. Gula
3. Garam Rp 2000
Rp 1500
Rp 750 5
3
2 10.000
4.500
1.500
W = 10  XW = 16.000

Rata-rata Hitung Terbobot = 16.000/10 = 1600.

2. Median
Median suatu rangkaian data adalah nilai tengah dari rangkaian data yang telah disusun secara berurut.

Contoh untuk Data Bercacah Ganjil:
Data: 2 3 4 5 5 Jumlah N = 5
Cara:
a. Susun data secara berurut.
b. Cari letak median dengan rumus
(letak median pada urutan ketiga)
c. Cari nilai median pada urutan ketiga (median = 4)

Contoh untuk Data Bercacah Genap:
Data: 2 3 4 5 5 6 Jumlah N = 6

a. Susun data secara berurut
b. Cari letak median dengan rumus
(letak median pada urutan 3,5)
c. Cari nilai median pada urutan 3,5 [median = (4 + 5)/2 = 4,5]

3. Modus atau Mode
Modus dari suatu rangkaian data adalah nilai data yang paling sering muncul (frekuensi terbesar) dalam rangkaian data itu.

Contoh:
a. Data: 2 3 4 5 6
Karena data ini masing-masing frekuensi (kemunculan)-nya hanya 1, maka dikatakan tidak memiliki modus.
b. Data: 2 3 4 4 5 6
Frekuensi terbesar adalah 2 (nilai empat muncul dua kali). Jadi modusnya adalah 4. Rangkaian data yang memiliki satu modus disebut Mono-modus.
c. Data: 2 3 4 4 5 6 6 7
Frekuensi terbesar adalah dua (muncul dua kali) yaitu angka 4 dan 6.
Jadi modus rangkaian data ini adalah 4 dan 6. Rangkaian data ini memiliki 2 Modus atau disebut Bi-modus.

4.2 Ukuran Letak: Kuartil, Desil dan Persentil

A. Pengertian Ukuran Letak
Ukuran letak suatu rangkaian data adalah ukuran yang didasarkan pada letak ukuran tersebut dalam suatu distribusi.


B. Macam Ukuran Letak
1. Kuartil (disingkat K)
2. Desil (disingkat D)
3. Persentil (disingkat P)
1. Kuartil (K)

Ukuran letak yang membagi suatu distribusi ke dalam 4 bagian yang sama.









1 Berdasarkan Gambar di atas, 25% data berada di bawah Kuartil 1 dan 75% data berada di atas Kwartil 1.
2 Kuartil 2 sama dengan Median.

Cara Perhitungan Kuartil:
; K1 = Kuartil I
; K2 = Kuartil II
; K3 = Kuartil III

Contoh Perhitungan:
Data penjualan komputer selama 7 bulan terakhir:
Data: 2 4 3 3 6 5 7 (N = 7)

Langkah:
a. Susun data secara berurut, menjadi:
2 3 3 4 5 6 7
1) 2) 3) 4) 5) 6) 7)

b. Cari letak kuartil dengan rumus di atas:
K1 = 1(7 + 1)/4 = 8/4 = 2  data urutan kedua, jadi K1 = 3
K2 = 2(7 + 1)/4 = 16/4 = 4  data urutan keempat, jadi K2 = 4
K3 = 3(7 + 1) /4 = 24/4 = 6  data urutan keenam, jadi K3 = 6

2. Desil (D)
Desil dari suatu rangkaian data adalah ukuran letak yang membagi suatu distribusi menjadi 10 bagian yang sama.






Rumus Letak Desil:

; D1 = Desil 1
: D5 = Desil 5
; D9 = Desil 9

Contoh Perhitungan:
Data: 2 3 3 4 4 5 6 6 7 8 9 10 (N=12)
Urut 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12)

Langkah:
a. Letak D1 = 1(12 +1)/10 = 13/10 = Urutan 1,3 (atau 1 + 0,3)

Letak Desil 1 Bilangan Nilai
1 2 2
0,3 (3-2) 0,3
1,3 2,3

Nilai desil 1 adalah data urutan 1,3, yang bernilai 2,3.

b. D5 = 5(12 + 1)/10 = 65/10 = 6,5 (atau 6 + 0,5)

Letak Desil 5 Bilangan Nilai
6 5 5
0,5 (6-5) 0,5
6,5 5,5

Nilai desil 5 adalah data urutan ke 6,5, yang bernilai 5,5.

c. D9 = 9(12 + 1)/10 = 117/10 = 11,7 (atau 11 + 0,7)

Letak Desil 9 Bilangan Nilai
11 9 9
0,7 (10-9) 0,7
11,7 9,7

Nilai desil 9 adalah data urutan ke-12 (Desil 9 = 10).

3. Persentil (P)
Persentil suatu rangkaian data adalah ukuran letak yang membagi suatu distribusi menjadi 100 bagian yang sama besar.












Rumus Persentil:

; P1 = Persentil 1

; P50 = Persentil 50

; P99 = Persentil 99

Contoh Perhitungan Persentil:
Data: 2 3 3 4 4 5 6 7 10 12 13  N = 11
Urut: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11)

Langkah:
a) Tentukan letak data
b) Letak nilai P50 = 50(11 + 1)/100 = 6
Nilai P 50 adalah data nomor urut 6 (P50 = 5)

c) Letak P20 = 20(11+1)/100 = 240/100 = 2,4 (atau 2 + 0,4)

Letak Persentil 20 Bilangan Nilai
2 3 3
0,4 (3-3) 0
2,4 3

Nilai P 20 adalah data pada urutan 2,4 (P20 = 3)




Data: 2 3 3 4 4 5 6 7 10 12 13  N = 11
Urut: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11)

d) Letak P60 = 60 (11 + 1)/100 = 720/100 = 7,2 (atau 7 + 0,2)

Letak Persentil 60 Bilangan Nilai
7 6 6
0,2 (7-6) 0,2
7,2 6,2


Latihan Soal:
1. Sebutkan jenis-jenis nilai sentral?
2. Sebutkan jenis-jenis nilai letak dan jelaskan perbedaannya.
3. Berikutkan ini adalah data nilai mahasiswa:
65 68 68 70 70 74 74 78 80 80 82 82
82 82 82 84 85 86 86 88
a. Tentukan nilai mean, median, dan modusnya?
b. Tentukan Kwartil 2, dan Kwartil 3!
c. Tentukan Desil 2, Desil 4, Desil 7!
d. Tentukan Persentil 10, Persentil 15, Persentil 62!


---oo0oo---

UKURAN PENYEBARAN

Pertemuan 5
UKURAN PENYEBARAN

5.1 Pengertian Penyebaran (Dispersi)

1 Penyebaran adalah perserakan data individual terhadap nilai rata-rata.
2 Data homogen memiliki penyebaran (dispersi) yang kecil, sedangkan data yang heterogen memiliki penyebaran yang besar.

5.2 Macam Ukuran Penyebaran

Terdapat dua ukuran penyebaran absolut yang utama, yaitu:

5.2.1 Range (Rentang)

Range = L – S

L = nilai data terbesar
S = nilai data terkecil

Contoh data:
44 56 60 67 70 80 85 90 99

Range = 99 – 44 = 55.

5.2.2 Deviasi Standar (Simpangan Baku)

1 Deviasi standar dari suatu rangkaian data adalah akar pangkat dua dari rata-rata kudarat selisih nilai data selisih nilai data individual terhadap mean rangkaian data itu.
2 Terdapat dua jenis rumus yang umum digunakan untuk deviasi standar, yaitu:
a. Deviasi Standar untuk Populasi dan
b. Deviasi Standar untuk Sampel.
3 Oleh karena itu, kita harus memilih rumus yang sesuai dengan jenis data yang ada, yaitu data populasi atau data sampel.
4 Jika data kita adalah data populasi gunakan rumus deviasi standar untuk populasi, dan jika data kita adalah data sampel, maka gunakan rumus deviasi standar untuk sampel.

5.3 Kegunaan Ukuran Penyebaran

3 Untuk menentukan apakah suatu nilai rata-rata dapat mewakili suatu rangkaian data atau tidak. Contoh data upah 5 (lima) karyawan berikut ini:
Rp 15.000,- Rp 25.000,- Rp Rp 30.000,- Rp 30.000,- Rp 100.000,-
Nilai rata-rata atau mean-nya = Rp 50.000,-
Kita dapat mengatakan bahwa nilai rata-ratanya kurang mewakili karena data tersebut memiliki standar deviasi yang besar, dimana 4 dari 5 karyawan berada di bawah rata-rata.
4 Untuk perbandingan terhadap variabilitas data, misalnya data curah hujan, suhu udara, dsb.
5 Membantu penggunaan ukuran statistik, misalnya dalam membandingkan ukuran penyebaran sampel terhadap ukuran populasi.

Rumus deviasi standar untuk populasi



Keterangan:
= standar deviasi populasi
x = nilai pengamatan
= mean populasi
N = jumlah pengamatan dalam
populasi
Rumus deviasi standar untuk sampel



Keterangan:
s = standar deviasi sampel
x = nilai pengamatan
x_bar = mean sampel
n = jumlah pengamatan dalam
sampel


Latihan Soal:

Selesaikan perhitungan deviasi standar untuk sampel berikut ini:

No. Kasus Angka Produksi
(x) Mean (xbar) (x – xbar) (x – xbar)2
1 18
2 19
3 19
4 19
5 19
6 19
7 20
8 20
9 45
10 45
11 46
12 47
13 48
14 50
=

ANGKA INDEKS

Pertemuan 8
ANGKA INDEKS

8.1 Pengertian Angka Indeks

 Angka indeks adalah suatu konsep untuk menjelaskan perubahan dari waktu ke waktu (bulanan, triwulanan, semesteran, atau tahunan)
 Banyak digunakan di bidang ekonomi dan perusahaaan
 Dinyatakan sebagai angka perbandingan yang perubahan relatifnya dinyatakan dalam persen.

Sebagai contoh:
Perhitungan Angka Indeks Penjualan Kendaraan Bermotor
Tahun 1983 - 1986 (dalam miliar rupiah)

Tahun Jumlah Penjualan Angka Indeks
1983 10 100%
1984 8 (8/10)*100% = 80%
1985 12 (12/10)*100% = 120%
1986 15 (15/10)*100% = 150%


8.2 Kegunanaan Angka Indeks

 Melihat perubahan (harga, kuantitas, atau nilai) dari satu periode ke periode lainnya (bulanan, triwulanan, semesteran, tahunan, dsb)
 Dipakai sebagai indikator perubahan.

8.3 Macam Angka Indeks

Ada tiga macam angka indeks utama di bidang ekonomi, yaitu:

1. Indeks Harga (Price Index)
Menunjukkan perubahan harga dari satu periode ke periode lain.
2. Indeks Kuantitas (Quantity Index)
Menunjukkan perubahan kuantitas (misalnya volume penjualan, jumlah produksi, dsb.) dari satu periode ke periode lain.
3. Indeks Nilai (Value Index)
Menunjukkan perubahan nilai uang dari satu periode ke periode lain. Nilai ini dapat diperoleh dari hasil kali antara harga dan kuantitas.

8.4 Langkah Penyusunan Angka Indeks

1. Menentukan tujuan. Tujuan  menentukan macam data yang akan dikumpulkan. Jika ingin mengetahui pola gerak musim, maka data yang tepat adalah data kwartalan atau bulanan.

2. Macam barang/komoditas. Tidak mungkin menghitung semua populasi barang. Maka digunakan metode sampling untuk mengambil sebagian barang. Misalnya untuk:
kebutuhan bahan pokok  sembilan bahan pokok (Sembako)
3. Memilih sumber data. Untuk suatu kepentingan tertentu, gunakan sumber data yang sama, agar data konsisten. Setiap instansi memiliki kepentingan yang berbeda. Jadi datanya mungkin berbeda.
4. Memilih tahun dasar. Perhitungan angka indeks selalu didasarkan pada suatu periode atau waktu tertentu yang disebut Tahun Dasar (Base Year).
 Tahun dasar dipilih tahun kondisi normal, ekonomi stabil
 Tahun dasar tidak terlalu jauh dengan tahun yang akan dihitung angka indeksnya (current year). Sebagai contoh, 1970 (tahun dasar) terlalu jauh untuk menentukan angka indeks biaya hidup tahun 2004. Konsep biaya hidup mungkin telah banyak berubah.
5. Memilih faktor pembobot (weight). Untuk menghitung angka indeks terbobot, kita perlu menentukan besarnya bobot.
6. Memilih metode perhitungan angka indeks.

8.5 Angka Indeks untuk Komoditas Tunggal

8.5.1 Angka Indeks Sederhana

Rumus:
Indeks Harga = (Pn/P0) * 100%
Indeks Kuantitas = (Qn/Q0) * 100%
Indeks Nilai = (Pn Qn/P0 Q0) * 100%

Keterangan:
Pn = harga pada tahun yang dihitung indeks-nya
P0 = harga pada tahun dasar.
Qn = jumlah produk pada tahun ke-n.
Q0 = jumlah produk pada tahun dasar.

Contoh perhitungan
Tahun Harga per kg
(P) Jumlah produk
(Q) Nilai
(P*Q)
o: 1981 (th. dasar) 250 200 50.000
n: 1986 400 250 100.000

Indeks Harga = (Pn/P0) * 100% = (400/250)*100% = 160%
Indeks Kuantitas = (Qn/Q0) * 100% = (250/200)*100% = 125%
Indeks Nilai = (Pn Qn/P0 Q0)*100% = (100.000/50.000)*100% = 200%



8.5.2 Relatif Dasar Tetap (Fixed-Base Relatives)

Untuk rangkaian waktu yang memuat informasi lebih dari 2 tahun, ada beberapa untuk menghitung, antara lain dengan metode:

Contoh perhitungan:

Tahun Harga per kg
(Pn) Indeks (rasio sederhana)
1981 = 100% Rata-rata 1981-1983 = 100%
1981 Rp 250 100% 71,4%
1982 300 120% 85,7%
1983 500 200% 142,9%
1984 200 80% 57,1%
1985 220 88% 62,9%
1986 400 160% 114,3%


Hitung indeks harga relatif dengan menggunakan:
(a) tahun 1981 sebagai tahun dasar = 100%
(b) rata-rata harga tahun 1981-1983 sebagai dasar.

Penyelesaian:
(a) Indeks relatif tahun 1982 = (300/250)*100% = 120%
tahun 1983 = (500/250)*100% = 200%
dst.
(b) Harga rata-rata 1981-1983 = (250+300+500)/3 = 350 = 100%
Indeks relatif tahun 1981 = (250/350)*100% = 71,4%
Indeks relatif tahun 1982 = (300/350)*100% = 85,7%
dst.

8.6 Angka Indeks Gabungan (sejumlah komoditas)
Angka indeks gabungan disusun dari serangkaian waktu untuk sejumlah komoditas. Sebagai contoh untuk mengetahui perubahan relatif kebutuhan hidup. Ada beberapa metode yang dapat digunakan.

8.6.1 Angka Indeks Laspeyres:
Dalam penghitungan angka indeks Laspeyres, faktor pembobot yang digunakan adalah kuantitas/jumlah pada tahun dasarnya (Q0).



L = Angka indeks Laspeyres
Pn = Harga tahun n
P0 = Harga tahun dasar (0)
Q0 = Kuantitas tahun dasar (0)

Contoh Perhitungan Indeks Laspeyres

Macam
Barang Harga Kuantitas Nilai
1980(Po) 1981 (Pn) 1980(Qo) 1981(Qn) PoQo PnQo
A 6 20 2 3 12 40
B 3 7 3 2 9 21
C 4 10 2 3 8 20
D 4 10 1 2 4 10
E 5 13 1 2 5 13
 = 38  = 104

L = (104/38)*100% = 273,7%

8.6.1 Angka Indeks Paasche:
Angka indeks terbobot Paasche menggunakan faktor pembobot kuantitas tahun n (Qn).



P = angka indeks Paasche
Pn = harga tahun n
P0 = harga tahun dasar (0)
Qn = kuantitas tahun n.


Macam
barang Harga Kuantitas Nilai
1980(Po) 1981 (Pn) 1980(Qo) 1981(Qn) PoQn PnQn
A 6 20 2 3 18 60
B 3 7 3 2 6 14
C 4 10 2 3 12 30
D 4 10 1 2 8 20
E 5 13 1 2 10 26
 = 54  = 150

P = (150/54) * 100% = 278,5%

TIME SERIES (DERET BERKALA)

Pertemuan 9
TIME SERIES (DERET BERKALA)

9.1 Pengertian Time Series

Fakta-fakta:
 Peramalan (forecasting) merupakan alat penting dalam pengambilan kesimpulan.
 Informasi yang diserap dari masa lalu dapat digunakan sebagai dasar untuk forecasting. Kualitas informasi itu menentukan akurasi forecasting.

Definisi:
Analisis Deret Berkala (time series analysis) adalah suatu metode kuantitatif untuk menentukan pola data masa lampau yang telah dikumpulkan secara teratur menurut urutan waktu kejadian. Pola masa lalu ini dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan untuk forecasting di masa yang akan datang.

Perhitungan Angka Indeks Penjualan Kendaraan Bermotor Tahun 1978 - 1986

Tahun Unit Penjualan
1978 11
1979 15
1980 14
1981 16
1982 17
1983 18
1984 17
1985 21
1986 20



Definisi:
Deret berkala/waktu (time series) adalah data statistik yang disusun berdasarkan urutan waktu kejadian. Pengertian waktu dapat berupa tahun, kuartal, bulan, minggu, dan sebagainya.

9.2 Komponen-komponen Deret Berkala
Apabila kita mengamati Deret Berkala, maka kita akan memperoleh informasi bahwa ada 4 komponen variasi yang penting, yaitu:
1. Secular Trend atau Trend (disingkat T)
2. Seasonal Variation (Variasi Musim) (disingkat S)
3. Cyclical Variation (Variasi Siklis) (disingkat C).
4. Irregular Variation (variasi tak beraturan) (disingkat I).

9.2.1 Secular Trend atau Disingkat Trend  (T)
Secular Trend (Trend) adalah gerak naik, atau turun atau tetap/konstan dalam jangka panjang. Menurut gerakannya dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1. Trend naik (Upward trend)  trend biaya hidup
2. Trend tetap (Constant trend)  trend kapasitas perguruan tinggi
3. Trend turun (Downward trend)  trend pekerja di sektor pertanian

9.2.2 Seasonal Variation (Variasi Musim)  (S)
Seasonal variation (gerak atau variasi musim) adalah gerak naik atau turun secara periodik dalam jangka waktu 1 (satu) tahun.
 Berulang setiap tahun  penjualan pakaian melonjak menjelang hari Lebaran.
 Naik atau turun secara periodik.
 Biasanya dinyatakan dalam persentase. Nilai persentase ini juga disebut dengan istilah Seasonal Index. Sebagai contoh, Seasonal Index penjualan pakaian menjelang Lebaran 175% berarti volume penjualan 75% di atas keadaan normal.

Contoh:

Kuartal Penjualan Kuartalan Spesifikasi Gerak Musim (%) Pola Gerak Musim (%)
1980 1981 1982 1980 1981 1982
I 60 50 55 77 65 71 71
II 80 90 85 103 116 110 110
III 105 100 95 135 129 123 129
IV 65 70 75 84 90 97 90
Rerata = 77.5 77.5 77.5 100

Spesifikasi Gerak Musim (%) = (penjulan/rerata) * 100%
Contoh  (60/77.5)*100% = 77%
(80/77.5)*100% = 103%

Pola Gerak Musim = (Spesifikasi 1980 + 1981 + 1982)/3

Contoh  (77+65+71)/3 = 71%
(103+116+110)/3 = 110%
9.2.3 Cyclical Variation (Gerak Siklis)  (C)

Disebut sebagai Gerak Siklis atau Business Cycle.

Definisi:
Gerak Siklis adalah gerak naik atau turun secara periodik dalam jangka panjang, 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, 20 tahun, 25 tahun atau lebih.

Fakta-fakta:
 Kegiatan ekonomi maupun perusahaan dapat berkembang atau menurun secara periodik dalam jangka lebih dari 1 tahun.
 Tendensi timbulnya Gerak Siklis lebih banyak diakibatkan oleh kegiatan perusahaan, misalnya penjualan mobil, pembangunan gedung, perkembangan tingkat harga, dsb.
 Menurut Gottfried Haberler dalam bukunya Prosperity and Depression periode Business Cycles dapat dibedakan menjadi 4 bagian, yaitu:
 Masa kemakmuran (Prosperity phase)
 Masa Krisis (Downturn, crisis phase)
 Masa Kehancuran (Depression phase)
 Masa Pembangunan Kembali (Upturn, Revival Phase).

9.2.4 Irregular Variation (Gerak Tak Beraturan)  (I)

Definisi:
Irregular Variation adalah gerakan tidak teratur dan sulit diramalkan.

Fakta-fakta:
 Gerakan ini selalu ada pada Time Series dan sulit dihilangkan.
 Gerakan ini timbul sebagai akibat adanya peperangan, bencana alam, kelaparan, kekeringan, inflasi dan deflasi.
 Inflasi: suatu kenaikan umum harga rata-rata barang atau jasa selama waktu tertentu dan akibatnya terjadi penurunan daya beli masyarakat sebanding dengan menurunnya nilai mata uang.
 Deflasi: Penurunan harga rata-rata secara umum barang dan jasa selama jangka waktu tertentu.

9.3 Manfaat Analisis Deret Berkala (Time Series Analysis)

 Membantu mempelajari data masa lampau, sehingga dapat dipelajari faktor-faktor penyebab perubahan untuk pertimbangan perencanaan di masa yang akan datang.
 Untuk membantu dalam peramalan (forecasting).
 Membantu memisahkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi suatu data (kkhususnya variasi atau gerak musim)  lalu diadakan penyesuaian dengan faktor musim ini.
 Membantu dan mempermudah membandingkan satu rangkaian data dengan rangkaian data yang lain.

REGRESI LINIER SEDERHANA

Pertemuan 11
REGRESI LINIER SEDERHANA

11.1 Pendahuluan

 Setiap pimpinan perusahaan tiap hari selalu dihadapkan dengan masalah pengambilan keputusan.
 Agar pengambilan keputusannya tepat, dia harus mendasarkan pada hal-hal (variabel) yang diketahui, yang umumnya disebut variabel bebas (independen).
 Analisis regresi menunjukkan besarnya pengaruh variabel bebas (independent variable) terhadap variabel terikat (dependent variable).
 Analisis korelasi menunjukkan besarnya hubungan antara dua variabel.


11.2 Pengertian Garis Regresi

Istilah regresi mula-mula digunakan oleh Sir Francis Galton pada tahun 1877 ketika ia mengadakan penelitian hubungan antara tinggi orang tua dan tinggi anaknya.
Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa:
 Orangtua yang bertinggi badan rendah memiliki anak dengan rata-rata tinggi badan lebih tinggi dari tinggi badan orangtuanya.
 Orang tua yang bertinggi badan tinggi memiliki anak dengan rata-rata tinggi badan lebih rendah dari tinggi badan orangtuanya.
 Terjadi semacam tendensi menurun atau regress. Selanjutnya istilah regresi ini digunakan untuk menggambarkan garis yang menunjukkan hubungan antara dua variabel.
 Ada beberapa ahli statistik yang lebih suka menggunakan istilah estimating line (garis taksiran) sebagai pengganti istilah regresi.


11.3 Macam Pengaruh dalam Regresi Linier

 Analisis regresi menunjukkan pengaruh satu variabel terhadap variabel lainnya. Variabel yang diketahui atau yang mempengaruhi disebut independent variable (variabel bebas) dan variabel yang dipengaruhi disebut dependent variable (variabel terikat).
 Variabel bebas  disebut variabel X
 Variabel terikat  disebut variabel Y.

Pada dasarnya terdapat 3 macam sifat pengaruh dalam regresi:

1. Pengaruh searah atau positif
 Perubahan variabel independen (X) mempengaruhi variabel dependen (Y) secara searah. Jika variabel X bertambah, variabel Y juga bertambah.
 Sebagai contoh pengaruih biaya iklan (X) terhadap jumlah penjualan (Y); pengaruh penghasilan (X) terhadap pengeluaran konsumsi (Y).



Bagan 11.1 Pengaruh searah atau positif


















2. Pengaruh berkebalikan dan negatif

 Apabila perubahan variabel independen (X) mempengaruhi variabel dependen (Y) secara berlawanan. Apabila variabel X bertambah, Y berkurang. Apabila variabel X berkurang, variabel Y bertambah.
 Contoh pengaruh umur kendaraan (X) terhadap harga kendaraan (Y).

Bagan 11.2 Pengaruh berkebalikan atau negatif


















3. Tak ada pengaruh
 Perubahan pada variabel independen (X) tidak mempengaruhi variabel dependen (Y). Atau variabel X tetap, tetapi Y berubah.

Bagan 11.3 Tak ada hubungan

















11.4 Kegunaan Garis Regresi

 Untuk menentukan hubungan dan pengaruh satu variabel terhadap variabel lainnya.
 Untuk forecasting (peramalan).

11.5 Perbedaan antara Regresi dan Korelasi

 Regresi sederhana menunjukkan hubungan antara dua variabel, dan sifat hubungan itu dapat dijelaskan sebagai hubungan sebab-akibat atau pengaruh.
 Korelasi tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat ini, namun menunjukkan besarnya hubungan.


11.6 Persamaan dan Garis Regresi Linier Sederhana
Dalam analisis regresi linier hanya digunakan garis lurus (linier) untuk menjelaskan bentuk hubungan. Garis lurus itu dinyatakan dalam persamaan linier berikut ini:

Y = a + bX



Data untuk Contoh Perhitungan
Kasus iklan (X) penjualan (Y) XY X kuadrat Y kuadrat
1 6 9 54 36 81
2 5 6 30 25 36
3 3 4 12 9 16
4 1 3 3 1 9
5 4 3 12 16 9
6 3 5 15 9 25
7 6 8 48 36 64
8 2 2 4 4 4
Jumlah 30 40 178 136 244


a 100 0.531914894 b 224 1.191489
188 188



Y = 0,53 + 1,19 X  tiap X naik 1 unit, Y naik sebesar 1,19

Regression (dari Program SPSS)

KORELASI

Pertemuan 10
KORELASI

10.1 Pendahuluan
Analisis korelasi melihat keeratan hubungan antara dua variabel. Korelasi tidak dapat menunjukkan hubungan sebab-akibat.
Tingkat keeratan hubungan (atau lazim disebut koefisien korelasi dan diberi simbol r) memiliki harga yang berkisar dari –1 sampai +1. Jika r mendekati angka 1 atau –1 maka dapat dikatakan bahwa kedua variabel itu memiliki hubungan yang erat, sedangkan jika r mendekati 0, maka keeratan hubungannya lemah. Harga –1 menunjukkan adanya hubungan yang sempurna namun bersifat terbalik (negatif), sedangkan hubungan +1 menunjukkan hubungan sempurna yang positif.

10.2 Macam Hubungan dalam Korelasi

Pada dasarnya terdapat 3 macam sifat hubungan dalam korelasi:

1. Hubungan searah atau positif
 Perubahan satu variabel (X1) bergerak secara searah dengan variavel lainnya (X2).
 Sebagai contoh hubungan antara biaya iklan (X1) dan jumlah penjualan (X2); antara penghasilan (X1) dan pengeluaran konsumsi (X2).


Bagan 10.1 Hubungan searah atau positif
























2. Hubungan berkebalikan dan negatif

Bagan 10.2 Hubungan berkebalikan atau negatif
















3. Tak ada hubungan

Bagan 10.3 Tak ada hubungan


















10.3 Korelasi Product Moment

Korelasi product-moment merupakan jenis analisis yang paling sering digunakan untuk melihat keeratan hubungan antara dua variabel.

Rumus yang umum digunakan adalah rumus korelasi Product Moment:






Kasus Iklan (X) penjualan (Y) XY X kuadrat Y kuadrat
1 6 9 54 36 81
2 5 6 30 25 36
3 3 4 12 9 16
4 1 3 3 1 9
5 4 3 12 16 9
6 3 5 15 9 25
7 6 8 48 36 64
8 2 2 4 4 4
Jumlah 30 40 178 136 244



10.4 Spearman Rank Correlation
Koefisien korelasi Spearman Rank merupakan ukuran dari keeratan hubungan antara data yang telah diperingkatkan. Rumus yang digunakan adalah:



Sebagai contoh, dua orang penilai memberikan peringkat atas 10 lukisan seperti tersaji dalam data berikut ini:

Lukisan Penilai Selisih pn1 dan pn2 d2
Pn1 Pn2 d
1 4 5 -1 1
2 1 2 -1 1
3 9 10 -1 1
4 5 6 -1 1
5 2 1 1 1
6 10 9 1 1
7 7 7 0 0
8 3 3 0 0
9 6 4 2 4
10 8 8 0 0
Jml = 10



=

PENGERTIAN DAN KARAKTERISTIK DATA

Pertemuan 2
PENGERTIAN DAN KARAKTERISTIK DATA

I. PENDAHULUAN
Data merupakan kumpulan fakta atau angka atau segala sesuatu yang dapat dipercaya kebenarannya sehingga dapat digunakan sebagai dasar penarikan kesimpulan.
Kualitas kue ditentukan oleh bahan dasar dan cara memasaknya. Demikian halnya, kualitas kesimpulan penelitian ditentukan oleh data (bahan dasar) dan teknik analisis dan penyajiannya.

Contoh data:

 Harga sekuritas
 Kurs mata uang asing
 Angka inflasi  Harga komoditas
 Harga saham
 Jumlah produk per hari


II. KARAKTERISTIK SERANGKAIAN DATA

II.A Elemen atau Unsur
Serangkaian data memiliki elemen. Masing-masing elemen memiliki karakteristik.

II.B Variabel
Variabel adalah karakteristik atau ciri khas elemen yang menjadi perhatian dan memiliki nilai-nilai yang berbeda.

II.C Kasus
Kasus adalah informasi yang menyangkut seluruh variabel dari suatu elemen tertentu.

II.D Observasi
Observasi adalah hasil pengamatan tertentu.


Contoh:



Nama Usia Sex Income Pengeluaran
Bambang 22 Pria 300.000 400.000
Ucok 24 Pria 450.000 400.000
Butet 25 Wanita 900.000 300.000
Lani 23 Wanita 600.000 450.000





III. PENGELOMPOKAN DATA

III.A Berdasarkan Sumber Data

IIIA.1 Data Primer
Data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti sendiri. Terdapat beberapa metode pengumpulan data primer, antara lain:
1. Wawancara langsung dengan responden.
2 Wawancara tak langsung (melalui informan)  penelitian tentang dampak nimuman keras (peneliti mungkin kesulitan bertemu langsung dengan pemakai, jadi ia mungkin menghubungi tetangga, penjual miras, teman-teman si pemabuk).
3. Dengan menggunakan angket (yang disebar atau melalui pos)

IIIA.2 Data Sekunder
Data yang dikutip dari sumber dokumentasi.
1. Sumber data sekunder yang dipublikasi (data harga saham, harga komoditas dari surat khabar, majalah atau media elektronik)
2. Sumber data sekunder yang tak dipublikasi (arsip pemerintah, lembaga-lembaga penelitian, dsb.)

III.B Berdasarkan Penampilan

IIIB.1 Data Kualitatif
Data yang dinyatakan dalam bentuk non-angka/non-numerik atau biasa juga disebut atribut. Dalam istilah komputer disebut data bertipe string.

IIIB.2 Data Kuantitatif
Data yang dinyatakan dalam bentuk angka (data numerik). Dalam komputer dikenal sebagai data numeric. Data kuantitatif dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
1. Data diskrit: data kuantitatif diskrit adalah data hasil pencacahan dan berupa bilangan bulat (dalam komputer dikenal sebagai integer).
2. Data kontinyu: data kuantitatif diskrit adalah data hasil proses pengukuran dan dapat berupa bilangan pecahan (bilangan real).

III.C. Berdasarkan Skala

IIIC.1 Data Nominal

1 Dibedakan dalam kategori tanpa memperhatikan urutan.
2 Satu pengukuran hanya menghasilkan satu-satunya kategori.
3 Setiap kategori dianggap sama (tanpa tingkatan).
4 Data paling ‘rendah’ dalam level pengukuran data.
5 Tak bisa dioperasikan secara matematis.

Contoh:
 Jenis kelamin  Data alamat
 Jenis sabun  Tanggal/Tempat lahir
 Suku  Agama
IIIC.2 Data Ordinal

6 Dibedakan dalam kategori berdasarkan urutan.
7 Memiliki tingkatan data.
8 Lebih ‘tinggi’ dibanding data nominal dalam level pengukuran data.
9 Tak bisa dioperasikan secara matematis.

Contoh:
 Ranking kelas I, II, III  Tingkat senioritas pegawai
 Ranking juara I, II, III  Status sosial (kaya, sedang, miskin)
 Tingkat kepangkatan  Tingkat pengetahuan

IIIC.3 Data Interval

10 Urutan bertingkat dan dapat dikuantifikasi (diberi nilai)
11 Memiliki interval tertentu
12 Lebih ‘tinggi’ dibanding data ordinal dalam level pengukuran data
13 Dapat dianalisis dengan uji statistik parametrik.

Contoh:
a. Interval suhu

Cukup Panas 50 – 80 C
Panas 80 – 110 C
Sangat Panas 110 – 140 C

b. Skor IQ
c. Nilai mahasiswa (A = 4; B = 3; C = 2; D = 1; dan E = 0)
c. Urutan kualitas pelayanan

Sangat puas 5
Puas 4
Cukup puas 3
Kurang puas 2
Tidak puas 1

IIIC.4 Data Rasio

14 Data bersifat angka dalam arti yang sesungguhnya
15 Memiliki angka nol absolut
16 Memiliki kedudukan paling ‘tinggi’ dalam level pengukuran data
17 Dapat dioperasikan secara matematis.

Contoh:
 Angka produksi  Harga saham
 Tinggi badan  Jumlah warga desa



IV. PENYUSUNAN KUESIONER (DAFTAR PERTANYAAN)

Menyusun kuesioner merupakan tahap yang sangat penting dalam pengumpulan data.

IV.A Pemohonan Kerja Sama (berupa lembar/surat khusus) yang berisi:

18 Identitas pewawancara
19 Organisasi/lembawa pewawancara
20 Tujuan penelitian
21 Ucapan terima kasih.

IV.B Petunjuk Pengisian Angket

Berikan petunjuk pengisian yang jelas, agar responden dapat mengisi dengan benar semua pertanyaan yang disediakan. Jika petunjuk tidak jelas, responden mungkin salah mengisi jawaban sehingga data yang dihasilkan tidak teliti dan tidak mencerminkan data yang sesungguhnya. Petunjuk pengisian menduduki urutan kedua setelah Permohonan kerja sama.

IV.C Identitas Responden

Data identitas responden sering diperlukan untuk melengkapi gambaran umum karakteristik responden. Data ini biasanya berupa data kategori (nominal atau ordinal). Bagian ini biasanya mencakup:

22 Nama
23 Jenis kelamin
24 umur
25 Tingkat pendidikan
26 Pekerjaan
27 Penghasilan

IV.D Pertanyaan Utama (Variabel Utama Penelitian)

28 Tentukan variabel utama penelitian
29 Buat indikator-indikator untuk tiap variabel (gunakan landasan teori atau pendapat pakar) agar pengukuran tepat pada sasaran
30 Pilih skala pengukuran yang sesuai
31 Kembangkan daftar pertanyaan yang mudah dipahami oleh responden target dan disusun secara konsisten

Tugas SERIAL PORT

I. JUDUL PERCOBAAN :

SERIAL INTERFACE

II. TUJUAN PERCOBAAN :

Untuk mengenal modul serial port dan mempelajari konfigurasi input dan output dari serial port

III. DASAR TEORI :

Dalam serial port, kita akan mempelajari cara membuka port dari PC ke Device modul serial dan sebaliknya. Dalam serial , kta hanya mempunyai kesempatan satu kali dalam membuka port. Modul serial hanya dapat membuka port lalu memasukan data, sesuda data selesai terkirim maka port akan langsung tertutup.

IV. ALAT DAN BAHAN :

1. Modul Serial port
2. 16 – Channel Input Board
3. 16 – Channel Output Board

V. PROSEDUR PERCOBAAN :

1. Membuka Port Serial dengan Visual Basic :
Dalam percobaan ini kita mencoba menggunakan VB untuk melakukan pembukaan port dengan melakukan pemogramming pada VB. Pada serial kita hanya dapat membuka port sekali saja, bila port dibuka ulang maka akan ada tampilan pesan yang menyebutkan port error, karena port yang ada sudah terbuka. Dengan terbukanya port dapat kita lihat buktinya pada LED DO pada modul mati
Tampilkan serial bentuk Comm port dengan mengklick kanan pada toolbar disamping dan pilih menu component kemudian carilah perintah Microsoft Comm Control 6.0, klick kotak disamping kiri lalu klik ok.
Maka lambang CommPort akan tampil di toolbar samping kiri .
Jika kita sudah berhasil menambahkan komponen ini, maka secara langsung VB akan langsung mengenali perintah yang ada yaitu MsComm. Karena perintah MsComm akan berfungsi sebagai pembuka port maka komponen ini merupakan komponen yang berperan penting dalam serial .
2. Simulasi serial dengan Visual Basic :
Membuat program simulasi serial dengan kondisi sebagai berikut ada 3 push button yang masing-masing mewakili DTR,RTS dan TxD dan tiga buah button itu ditekan maka warna lingkaran yang mewakili push button tersebut akan berubah warna .




VI. HASIL PERCOBAAN :

 Dalam percobaan Serial port ,dengan menjalankan perintah pada Visual Basic sesuai dengan prosedur yang ada kita dapat mengetahui cara opent port pada system serial.pada system serial,open port hanya dapat melakukan sekali saja jika dibuka lebih dari satu kali maka akan muncul pesan port error.
 Visual Basic akan langsung mengenali perintah yang ada yaitu Ms Comm.karena perinta Ms Comm akan berfungsi sebagai pembuka port maka komponen ini merupakan komponen yang berperan penting dalam serial.

VII. ANALISIS SEMENTARA :

 Visual basic digunakan juga untuk pemograman System serial/Opent port
 Modul serial hanya dapat membuka port lalu memasukan data,sesudah data selesai terkirim maka port akan langgsung tertutup.
 Apabila port dibuka lebih dari sekali maka akan ada tampilan pesan yang menyebutkan port error karena port yang ada sudah terbuka.

VIII. KESIMPULAN :

Pada system serial,Open port hanya dapat dilakukan sekali saja.

Makalah Tugas TCP-IP

KATA PENGANTAR
Puji syukur dan Terima kasih kami persembahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat, tuntunan dan perlidungannya kami dapat menyelesaikan Tugas yang diberikan dengan baik dan tepat pada waktunya.
Adapun maksud tugasr ini diberikan dengan maksud agar mahasiswa dapat lebih mengerti, memahami, dan mendalami mata kuliah komunikasi Data yang diberikan dibangku kuliah dan Dosen.
Tugas Komunikasi Data ini sendiri merupakan syarat untuk melengkapi nilai yang diberikan oleh Dosen. Saya sadar bahwa masih terdapat banyak kekurangan dalam karya penulisan ini, maka dari itu Saya mengaharapkan sebuah dukungan berupa kritik dan saran yang sifatnya konstruksif terhadap penyusunsan dan penyelesaian paper ini. Semoga makalah ini dapat membantu kita untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang TCP/IP.










Lino Febriano Rehatta
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR 2
DAFTAR ISI 3
PEMBAHASAN
 Latar Belakang Komunikasi Data Ala TCP/IP 4
 Header-header pada TCP (layer transport). 5
 Header-header pada IP (layer network) 9
 Analisis Transmisi TCP/IP 12
 Analisis dengan TCP dump 13
 Analisis dengan DOS 13
 Analisis dengan Snort-ACID 16

KESIMPULAN 17
DAFTAR PUSTAKA 18






PEMBAHASAN
LATAR BELAKANG
I. Komunikasi Data Ala TCP/IP
Protokol TCP/IP merupakan protokol standar yang digunakan dalam jaringan komputer global yang dikenal dengan internet. Protokol TCP/IP terdiri dari 4 layer yaitu: aplikasi, transport, internet dan network interfacephysical. Protokol TCP/IP dibangun mengikuti model referensi OSI (open system interconnect), adapun perbandingan model referensi OSI dengan implementasi TCP/IP digambarkan dalam bagan berikut


Gambar 1. Perbandingan model OSI dengan implementasi TCP/IP

Protokol TCP pada layer transport dan protokol IP pada layer network menjadi tulang punggung komunikasidata pada protokol TCP/IP. Untuk memahami bagaimana data dikirimkan sampai ke tujuan, kita perlu"menguliti TCP/IP" sehingga kita memahami proses pengiriman data tersebut. Pembahasan dalam tulisan ini difokuskan pada kedua protokol tersebut.


II. Header-header pada TCP (layer transport).

Untuk memahami protokol TCP, kita perlu memahami tiap header yang ada di protokol TCP, perhatikan datagram protokol TCP di bawah ini:

Gambar 2. Header-header dalam datagram TCP

a. Source Port (16 bit)
Source port (port asal) merupakan port yang akan digunakan untuk melakukan koneksi ke host lain. Dari gambar diatas terlihat bahwa source port sebesar 16 bit sehingga total jumlah port adalah 2^16=65536. Source port akan diberikan oleh sistem secara acak dengan nilai diatas 1023. Source port ini digunakan oleh host tujuan untuk membalas paket ke host yang melakukan request, sehingga host tujuan akan memberikan paket balasan ke servis yang tepat - tidak nyasar membalas paket ke service yang lain.

b. Destination Port (16 bit)
Destination port (port tujuan) merupakan port yang akan dituju dalam sebuah koneksi, destination port terkait dengan servis apa yang tersedia di host tujuan. Port-port servis/layanan standar yang dalam komunikasi menggunakan protokol TCP/IP di dalam TCP header didefinisikan sebagai destination port, seperti FTP pada port 21, SSH pada port 22, telnet pada port 23, HTTP pada port 80 (RFC 1700). Jika sebuah host terdapat FTP server misalnya, maka berarti port 21 (sebagai destination port) pada host tersebut terbuka dan siap melakukan koneksi.














c. Sequence Number (32 bit)
Sequence number merupakan nomor urut paket dari seluruh paket data. Ketika paket dikirimkan, maka setiap paket yang dikirim akan mendapat nomor urut. Paket data bisa saja sampai di tujuan dalam keadaan tidak berurut tergantung rute yang ditempuh dan kepadatan traffic nya, ketika sampai di host tujuan, paket data akan diurutkan kembali sehingga paket data dapat disusun kembali sehingga akan dihasilkan data seperti yang dikirimkan oleh host pengirim.

d. Acknowlegment Number (32 bit)
TCP merupakan protokol yang connection oriented yang berarti bahwa TCP menjamin bahwa paket data sampai host tujuan dengan baik. Host asal tidak akan mengirimkan paket data ke host tujuan jika host asal belum menerima konfirmasi dari host tujuan bahwasanya nomor urut paket ke-n dari host asal silahkan dikirim ke host tujuan. Nomor urut paket ke-n yang dipersilahkan dikirim itulah yang disebut dengan ackownlegment number. Protokol - Komunikasi data ala TCP/IP 3.

e. Data Offset (4 bit)
Header ini digunakan untuk menunjukkan awal field data, data offset berupa jumlah 32 bit word dari header TCP.

f. Reserved (6 bit)
Header cadangan. Header ini diset 0 pada host pengirim dan diabaikan oleh penerima.

g. Control Bit – URG (1 bit)
Jika kode ini diset (bernilai 1) akan mengindikasikan sebagai data urgent yakni didahulukan dari data atau transmisi yang lain, sebagai contoh kondisi urgent ketika kita sedang proses download dengan FTP tetapi kita ingin membatalkannya dengan CTRL+C.

h. Control Bit – ACK (1 bit)
Jika kode ini diset akan mengindikasikan bahwa paket data yang akan boleh dikirimkan, nomor paket yang boleh dikimkan ini didefinisikan dalam header Acknowlegment Number.

i. Control Bit- PSH(1 bit)
Jika kode ini diset akan mengubah mode tranmisi dengan mode push yaitu memflush data pada layer TCP, contoh mode push yaitu pada aplikasi telnet dimana telnet merupakan aplikasi interaktif.

j. Control Bit- RST (1 bit)
Kode ini digunakan jika koneksi akan direset yaitu membatalkan secara tiba-tiba, hal ini terjadi karena error dalam koneksi atau oleh interupsi yang lain.

k. Control Bit- SYN (1 bit)
Kode ini digunakan jika akan memulai sebuah koneksi TCP (persiapan transmisi data pada TCP/IP) yaitu untuk mensinkronisasi sequence number .

l. Control Bit- FYN (1 bit)
Code ini diset jika seluruh data sudah terkirim dan session transmisi akan disudahi.

m. Window (16 bit)
Header ini menunjukkan jumlah blok data yang mampu diterima dalam satu kali transmisi, hal ini diperlukan agar semua data dapat di terima dengan sebaik-baiknya.

n. Checksum (16 bit)
Header ini digunakan untuk mengetahui apakah terjadi perubahan header dan data yang dikirimkan ketika proses transmisi.

o. Urgent Pointer (16 bit)
Header ini bermakna hanya jika URG pada Control Bit diset. Urgent Pointer menunjukkan lokasi data yang akan ditransmisikan dengan mode urgent.

p. Option
Saat ini header ini terdapat 3 fungsi, yaitu untuk menunjukkan
 End of option list
 No operation
 Maximum segment size

q. Padding
Digunakan untuk memenuhi panjang header merupakan kelipatan 32 bit. Jika terdapat header yang kurang, maka padding ditambahkan sampai berjumlah 32 bit
Protokol - Komunikasi data ala TCP/IP – 4
Dari header-header diatas dapat kita simpulkan bahwa fungsi utama TPC pada layer transport adalah:
 Mengendalikan transmisi, kapan dimulai, direset, diakhiri, mode transmisi yang digunakan. Pengendalian transmisi ini dilakukan oleh Control Bit.
 Memastikan transmisi sampai ke servis yang benar yaitu dengan pendefinisian port asal dan port tujuan.
 Memastikan bahwa data dapat disusun ulang dengan baik karena adanya sequence number.
 Mengetahui apakah terjadi kerusakan/perubahan pada header dan data pada proses transmisi melalui mekanisme checksum.

III. Header-header pada IP (layer network)

TCP sudah kita bahas, sekarang tinggal protokol kedua yang menjadi tulang punggung protokol TCP/IP yaitu protokol IP. Header-header IP diilustrasikan dalam datagram dibawah ini:

Gambar 3. Datagram pada IP

Sekarang tinggal giliran header-header pada IP yang akan kita kupas mudah-mudahan Anda tidak bosan membaca keterangannya.

a. Version (4 bit)
Header ini mendefinisikan versi Internet Protocol yang digunakan, versi yang secara luas banyak digunakan adalah versi 4.
b. IHL (4 bit)
Header ini mendefinisikan panjang header IP dalam 32 bit word. Nilai minimum yang valid adalah 5 dan maksimumnya 6.

c. Type of Service (8 bit)
Merupakan header yang menentukan bagaimanan proses transmisi datagram secara benar.

d. Packet Length (16 bit)
Header yang mendefinisikan total panjang header dan data pada IP

e. Identification (16 bit)
Header ini untuk mendukung fasilitas fragmentasi

f. DF (1 bit)
Header ini untuk mendifinisikan agar transmisi tidak di fragmentasi (Don’t Fragment) Protokol - Komunikasi data ala TCP/IP – 5

g. DM (1 bit)
Header ini untuk mendifinisikan bahwa ada paket yang difragmentasi pada paket-paket berikutnya (More Fragment)

h. Fragment Offset (13 bit)
Header ini mendefinisikan lokasi dari paket-paket yang mengalami fragmentasi dalam urutan keseluruhan paket

i. TTL (16 bit)
Time to Live merupakan header yang mendefiniskan umur paket data, TTL akan berkurang 1 jika melewati sebuah router, demikian seterusnya sampai paket sampai ke host tujuan. Dengan mekanisma ini, dapat diantisipasi dimana paket bergentayangan terus di internet sehingga banyak terdapat paket sampah di internet jika ternyata host tujuan tidak ditemukan. Jika TTL telah habis (bernilai 0) sedangkan paket data belum sampai ke host tujuan, maka paket data akan dibuang.

j. Transport (8 Bit)
Header ini mendefiniskan protokol pada layer transport yang digunakan, header ini bisa berupa TCP atau UDP

k. Header Checksum (32 Bit)
Header ini digunakan untuk mengecek apakah terjadi perubahan/kerusakan pada header IP. Header Checksum dikalkulasi pada tiap router.

l. Sending Address (32 Bit)
Sending Address atau Source Address merupakan header yang mendefinisikan IP address dari host asal

m. Destionation Address (32 Bit)
Destination Address merupakan header yang mendefinisikan IP address dari host tujuan.

n. Option (32 Bit)
Header ini digunakan untuk mendefinisikan informasi tambahan pada layer transport seperti source routing.

o. Padding (32 Bit)
Header ini sama dengan padding pada TCP, yaitu digunakan untuk memenuhi panjang header sehingga merupakan kelipatan 32 bit. Jika terdapat header yang kurang, maka padding ditambahkan sampai berjumlah 32 bit. Dari penjelasan header-header diatas dapat disimpulkan bahwa fungsi utama IP pada layer network adalah menjamin paket data agar sampai ketujuan dengan selamat - tidak nyasar ke host yang lain.

IV. Analisis Transmisi TCP/IP

Untuk lebih memahami proses transmisi data dengan protokol TCP/IP, kita akan membahas sebuah kasus transmisi dengan menggunakan protokol TCP/IP. Sebagai contoh host 10.1.3.1 terhubung ke host 10.1.3.2 secara LAN dengan teknologi ethernet 802.3, kemudian host 10.1.3.1 melakukan telnet ke host 10.1.3.2. Host 10.1.3.1 melakukan telnet dengan port asal 1028, karena melakukan telnet, maka port yang dituju adalah port 23. Kasus di atas diilustrasikan sebagai berikut:


Gambar 4. Port asal dan port tujuan pada aplikasi telnet


Sehingga header-header dalam TCP/IP secara global sebagai berikut.
Aplikasi Transport
Port asal Port tujuan Network
IP asal IP tujuan Phisycal
telnet 1028 23 10.1.3.1 10.1.3.2 Ethernet 802.3






V. Analisis dengan DOS

Untuk mengetahui seluruh koneksi yang sedang terjadi di sebuah komputer dapat dilakukan dengan DOS melalui perintah netstat seperti contoh berikut:





Output di atas menyatakan bahwa terjadi koneksi dengan status established dengan protokol TCP dengan IP asal 10.1.3.1 dan port asal 1028 ke IP tujuan 10.1.3.2 dengan port tujuan 23 (telnet)
Keterangan
 Proto, protokol yang digunakan TCP atau UDP
 Local Address, IP address dan port komputer lokal/asal (tempat perintah netstat dijalankan)
 Foreign Address, IP address dan port komputer tujuan
Status, status koneksi dapat berupa listening, established, close-wait, time-wait
Seluruh koneksi TCP maupun UDP akan terlihat dengan netstat, termasuk misalnya terdapat host yang menyusup ke komputer Anda dapat diketahui dengan perintah netstat ini.









VI. Analisis dengan TCP dump

Dalam TCP/IP, sebelum data dikirimkan selalu melalui tahapan persiapan transmisi. Persiapan tersebut diilustrasikan pada gambar berikut:


Gambar 5. Proses handshake sebelum transmisi dilakukan

Setiap transmisi TCP/IP diawali dengan 3 langkah.
1. Host pengirim mengirimkan paket SYN
2. Penerima merespon dengan mengirimkan paket SYN dan ACK
3. Pengirim membalas dengan ACK yang berarti transmisi data ala TCP/IP siap dilakukan
Untuk mengamati lebih detail header-header TCP/IP pada proses transmisi diperlukan software tambahan. Oke,.. kita gunakan TCPDump terlebih dahulu. Pengamataan pada telnet server (10.1.3.2) dengan TCPDump menghasilkan output sebagai berikut:














Agar lebih faham kita bahas perbaris output diatas


• Baris 1, pada pukul 02:07:01: time stamp 031065
Client (10.1.3.1) melakukan koneksi ke Server (10.1.3.2) dengan port asal 1028 dengan servis tujuan berupa telnet. S menandakan SYN pada control/code bit diaktifkan yang menandakan sebuah koneksi TCP/IP akan segera dilakukan dengan sequence number awal 748156130 dan sequence number akhir 748156130. Dari sini terlihat bahwa sequence number awal sama dengan akhir sehingga tidak ada data yang dikirimkan (0).

• Baris 2, pada pukul 02:07:01 time stamp 031531.
Server dengan servis telnetnya merespon koneksi dari Client. Server membalas dengan mengirimkan kode bit SYN dan ACK dengan sequence number awal 71956433 dan akhir 71956433, lagi-lagi tidak ada data yang dikirimkan. Selain itu Server juga mengirimkkan ACK 748156131 yaitu sequence number SYN dari Client ditambah 1.

• Baris 3, pada pukul 02:07:01 time stamp 038584
Client mengirim kode ACK 1. 1 merupakan angka relatif setelah persiapan koneksi selesai. ACK 1 berarti
Client mengkonfirmasikan bahwa paket data no 1 dari Server siap diterima oleh Client (10.1.3.1)

• Baris 4, pada pukul 02:07:01 time stamp 155457
Server mengirimkan 12 paket (sequence awal 1 dan sequence akhir 13), dengan mode PUSH. Selain mengirimkan data, Server juga mengirimkan signal ACK 1 yang berarti Server siap untuk menerima paket data ke 1 dari Client

• Baris 5, pada pukul 02:07:01 time stamp 159498
Client mengirim 6 buah paket (sequence awal 1 dan sequence akhir 7), selain itu Client memberitahu kepada Server bahwa Client sudah siap menerima paket ke 13 (sebelumnya Client sudah menerima 12 paket). Demikian seterusnya sampai akhir transmisi, yakni dengan adanya signal FIN. Tiga baris pertama selalu dilakukan pada setiap tranmisi TCP/IP.

VII. Analisis dengan Snort-ACID
Untuk mengetahui semua header-header pada layer transport dan network diperlukan software yang lebih detail dalam menangkap header-header TCP/IP, misalnya dengan Snort yang merupakan sebuah IDS (Intrusion Detection System). Dengan Snort yang dilengkapi dengan front-end berbasis web (ACID), maka “penampakan-penampakan” header-header TCP/IP terlihat jelas sehingga kita lebih yakin bahwa apa yang telah kita baca tentang teori-teori TCP/IP bukanlah suatu kebohongan. Contoh hasil capture Snort dengan ACID sebagai front-end berbasis webnya dapat dilihat pada gambar berikut.


Gambar 6. Header-header TCP/IP terlihat lengkap dengan Snort-ACID













KESIMPULAN

TCP merupakan protokol yang connection oriented yang berarti bahwa TCP menjamin bahwa paket data sampai host tujuan dengan baik. Host asal tidak akan mengirimkan paket data ke host tujuan jika host asal belum menerima konfirmasi dari host tujuan bahwasanya nomor urut paket ke-n dari host asal silahkan dikirim ke host tujuan. Nomor urut paket ke-n yang dipersilahkan dikirim itulah yang disebut dengan ackownlegment number. Protokol - Komunikasi data ala TCP/IP 3.

Untuk mengetahui semua header-header pada layer transport dan network diperlukan software yang lebih detail dalam menangkap header-header TCP/IP, misalnya dengan Snort yang merupakan sebuah IDS (Intrusion Detection System).
proses komunikasi dengan menggunakan protokol TCP/IP berlangsung - tidak hanya sebatas hafal leyer dan header tanpa mengetahui secara riil implementasinya. Pemahaman protokol TCP/IP juga sangat penting dalam menganalisa jika jaringan yang Anda kelola sedang mengalami masalah.











DAFTAR PUSTAKA

1. TCP IP Tutorial and Technical Overview, IBM Corporation

2. Teach Yourself TCP IP in 14 Days 2nd Edition, Sams Publishing

3. W.R Stevens. TCP/IP Illustrated Volume 3 . Addison-Wesley Publishing Company,1996.

DOWNLOAD tgl 28 mei 2008, Jam 10:15

Laporan Komunikasi Data

I. Judul Percobaan

Mearakit Komputer

II.Tujuan Percobaan.

1. Dapat merakit komputer.
2. mengetahui fungsi dari masing-masing komponen utama komputer.

III.Dasar Teori.
Semua komponen utama komputer harus terpasang dengan tepat agar komputer dapat menyala,bila ada komponen yang pemasangannya salah maka komputer tidak akan dapat menyala.
Komponen utama komputer yang harus ada antara lain:
 Casing dan Power Supply
 Mainboard dengan buku petunjuknya
 Memory (RAM)
 Video Graphic Adapter (bila tidak built-in dengan mainboard)
 Hard disk (HDD)
 Floppy disk drive (FDD).
 CD-ROM
 Monitor
 Keyboard
 Mouse
 Kabel data HDD, FDD & CD-ROM
 Kabel power ke Power Supply dan Monitor
 Driver Mainboard, VGA, Sound dll (agar sistem bisa mengenali perangkat yang terpasang)


IV. Alat dan Bahan:

1. Komponen-komponen utama komputer.
2. Obeng plus
3. Tool box

V. Prosedur Percobaan.

Lepas semua komponen yang ada dalam CPU kecuali procesor,setelah itu pasang kembali semua komponen tersebut.
Dalam pemasangan komponen-komponen tersebut harus dilakukan dengan teliti,seperti pemasangan power supply,hardisk,RAM,jumper,VGA,dll.
Bila ada komponen yang salah terpasang maka komputer tidak akan menyala.

VI. Analisa dan Pembahasan.

Semua komponen harus terpasang dengan benar agar komputer dapat menyala.

VII. Kesimpulan.

Komputer akan menyala bila semua komponen terpasang dengan benar,bila tidak terpasang dengan benar maka komputer tdak dapat beroperasi.

VIII. Lampiran

Makalah Tugas Komunikasih Data, KOMDAT

Nama : Lino F Rehatta
Nim : 07.11.1822
Kls : S1TI/2G


I. Komunikasi Data :

Pertama kali komputer ditemukan, ia belum bisa berkomunikasi dengan sesamanya. Pada saat itu komputer masih sangat sederhana. Berkat kemajuan teknologi di bidang elektronika, komputer mulai berkembang pesat dan semakin dirasakna manfaatnya dalam kehidupan kita. Saat ini komputer sudah menjamur di mana-mana. Komputer tidak hanya dimonopoli oleh perusahaan-perusahaan, universitas-univeristas, atau lembaga-lembaga lainnya, tetapi sekarang komputer sudah dapat dimiliki secara pribadi seperti layaknya kita memiliki radio, dll.
Mayoritas pemakai komputer terdapat di perusahaan-perusahaan atau kantor-kantor. Suatu perusahaan yang besar seringkali memiliki kantor-kantor cabang. Apabila suatu perusahaan yang mempunyai cabang di beberapa tempat adalah tidak efisien apabila setiap kali dilakukan pengolahan datanya harus dikirim ke pusat komputernya. Perlu diperhatikan bahwa berfungsinya suatu komputer untuk mengahasilkan informasi yang benar-benar handal, maka sedapat mungkin data yang dimasukkan benar-benar asli dari tangan pertama pencatat datanya, dan belum mengalami pengolahan dari tangan ke tangan.
Apabila demikian bagaimana dengan data yang akan dioleh berasal dari cabang-cabang yang tersebar di beberapa tempat yang jauh letaknya dari pusat komputer. Di sini pentingnya dibangun suatu sistem komputerisasi, terutama untuk mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk pengolahan data. Tetapi kenyataannya, dalam sirkulasi suatu sistem pengolahan data, pengolahan itu sendiri hanya suatu bagian. Secara garis besar suatu sistem sirkulasi pengolahan data terdiri dari pengumpulan data, pemrosesan, dan distribusi. Dari sirkulasi ini masalah yang banyak dijumpai dari perusahaan-perusahaan justru dalam hal pengumpulan data dan distribusi data dan informasi untuk beberapa lokasi.
Kemajuan tekonologi komunikasi sekarang mempunyai pengaruh pada perkembangan pengolahan data. Data dari satu lokasi dapat dikirim ke lokasi lain dengan alat telekomunikasi.

II. Pengertian Komunikasi Data:

Komunikasi Data adalah pengiriman data menggunakn system transmisi elektronik, atau pemindahan data dan informasi diantara komputerkomputer
dan piranti-piranti yang lain dalam bentuk digital yang dikirimkan melalui
media komunikasi data. Data berarti informasi yang disajikan oleh isyarat digital.
Komunikasi data merupakan baguan vital dari suatu masyarakat informasi karena
sistem ini menyediakan infrastruktur yang memungkinkan komputer-komputer dapat berkomunikasi satu sama lain.


III. Tiga Elemen Komunikasi Data:

Untuk mengkomunikasikan data dari satu lokasi ke lokasi yang lain, 3 elemen sistem harus tersedia, yaitu:

1. Sumber Data,
2. Media Transmisi, dan
3. Penerima.
Jika salah satu elemen tidak ada, maka komunikasi tidak akan dapat dilakukan. Gambar 1 dapat memperjelas mengenai ketiga elemen tersebut. Berikut ini penjelasan mengenai ketiga elemen komunikasi data tersebut.



Gambar 1
1. Sumber :
Sumber adalah pihak yang mengirim informasi, misalnya pesawat telepon, telex, terminal dan lain-lain. Tugasnya membangkitkan berita atau informasi dan menempatkannya pada media transmisi. Sumber pada umumnya dilengkapi dengan alat lain (antarmuka atau transducer) yang dapat mengubah informasi yang akan dikirimkan menjadi bentuk yang sesuai dengan media transmisi yang digunakan, misalnya menjadi
• pulsa listrik
• gelombang elektromagnet
• pulsa digital seperti PCM (pulse code modulation)

2. Media transmisi
Beberapa media transmisi dapat digunakan channel (jalur) transmisi atau carrier dari data yang dikirimkan, dapat berupa kabel, gelombang elektromagnetik, dan lain-lain. Dalam hal ini ia bertugas menerima berita yang dikirimkan oleh suatu sumber informasi. Transmisi data merupakan proses pengiriman data dari satu sumber ke penerima data. Untuk mengetahui tentang transmisi data lebih lengkap, maka perlu diketahui beberapa hal yang berhubungan dengan proses ini. Hal-hal tersebut menyangkut :
• media transmisi
• kapasitas channel transmisi
• tipe dari channel transmisi

kode transmisi yang digunakan :

• mode transmisi
• protokol
• penanganan kesalahan transmisi

Proses pengubahan informasi menjadi bentuk yang sesuai dengan media transmisi disebut modulasi. Bila sinyal dimodulasi, maka ia akan dapat menempuh jarak yang jauh. Proses kebalikannya disebut demodulasi.


Media transmisi dapat berupa :
• gelombang elektromagnet
• sepasang kawat (twisted pair)
• serat optik
• kabel coax
• dan lain-lain


3. Penerima :
Penerima adalah alat yang menerima data atau informasi, misalnya pesawat telepon, terminal, dan lain-lain. Tugasnya menerima berita yang dikirimkan oleh suatu sumber informasi. Penerima mempunyai alat lain yang fungsinya kebalikan dari pemancar, yaitu alat informasi yang bentuknya sesuai dengan media transmisi yang digunakan menjadi bentuk asalnya.


IV. Pengolahan Data Dan Telekomunikasi :
Melalui diagram Venn dapat ditunjukkan perpaduan pengolahan data dan teknik telekomunikasi yang menjadi bentuk komunikasi data, seperti diperlihatkan pada
Gambar 2.


Gambar 2
V. Bentuk Sistem Komunikasi Data :
Suatu sistem komunikasi data dapat berbentuk offline communication system atau online communication system. Sistem komunikasi data dapat dimulai dengan sistem yang sederhana, seperti misalnya jaringan akses terminal, yaitu jaringan yang memungkinkan seorang operator mendapatkan akses ke fasilitas yang tersedia dalam jaringan tersebut. Operator bisa mengakses komputer guna memperoleh fasilitas, misalnya menjalankan program aplikasi, mengakses database, dan melakukan komunikasi dengan operator lain. Dalam lingkungan ideal, semua fasilitas ini harus tampak seakan-akan dalam terminalnya, walaupun sesungguhnya secara fisik berada pada lokasi yang terpisah.

1) Offline Communication System :
Offline communication system adalah suatu sistem pengiriman data melalui fasilitas telekomunikasi dari satu lokasi ke pusat pengolahan data, tetapi data yang dikirim tidak langsung diproses oleh CPU (Central Processing Unit). Seperti pada Gambar 3, di mana data yang akan diproses dibaca oleh terminal, kemudia dengan menggunakan modem, data tersebut dikirim melalui telekomunikasi. Di tempat tujuan data diterima juga oleh modem, kemudian oleh terminal, data disimpan ke alamat perekam seperti pada disket, magnetic tape, dan lain-lain. Dari alat perekam data ini, nantinya dapat diproses oleh komputer.


Gambar 3

Peralatan-peralatan yang diperlukan dalam offline communication system, antara lain :
1. Terminal
Terminal adalah suatu I/O device yang digunakan untuk mengirim data dan menerima data jarak jauh dengan menggunakan fasilitas telekomunikasi. Peralatan terminal ini bermacam-macam, seperti magnetic tape unit, disk drive, paper tape, dan lain-lain.
2. Jalur komunikasi
Jalur komunikasi adalah fasilitas telekomunikasi yang sering digunakan, seperti : telepon, telegraf, telex, dan dapat juga dengan fasilitas lainnya.
3. Modem
Model adalah singkatan dari Modulator / Demodulator. Suatu alat yang mengalihkan data dari sistem kode digital ke dalam sistem kode analog dan sebaliknya.

2) Online communication system
Berbeda dengan sistem komunikasi offline, pada sistem ini data yang dikirim melalui terminal dapat langsung diolah oleh pusat komputer, dalam hal ini CPU. Online communication system dapat berbentuk :
• Remote Job Entry (RJE) system
• Realtime system
• Timesharing system
• Distributed data processing system.

RJE system :
Data yang akan dikirim dikumpulkan terlebih dahulu dan secara bersama-sama dikirimkan ke komputer pusat untuk diproses. Karena data dikumpulkan (batch) terlebih dulu dalam satu periode, maka cara pengolahan system ini disebut dengan batch processing system. Hasil dari pengolahan data umumnya ada di komputer pusat dan tidak dapat langsung seketika dihasilkannya, karena komputer pusat harus sekaligus memproses sekumpulan data yang cukup besar. Pada gambar 4 dapat dilihat bentuk kerja sistem ini.

Gambar 4
Realtime system :
Suatu realtime system memungkinkan untuk mengirimkan data ke pusat komputer, diproses di pusat komputer seketika pada saat data diterima dan kemudia mengirimkan kembali hasil pengolahan ke pengirim data saat itu juga. American Airlines merupakan perusahaan yang pertama kali mempelopori sistem ini. Dengan realtime system ini, penumpang pesawat terbang dari suatu bandara atau agen tertentu dapat memesan tiket untuk suatu penerbangan tertentu dan mendapatkan hasilnya kurang dari 15 deitk, hanya sekedat untuk mengetahui apakah masih ada tempat duduk di pesawat atau tidak.
Sistem realtime ini juga memungkinkan penghapusan waktu yang diperlukan untuk pengumpulan data dan distribusi data. Dalam hal ini berlaku komunikasi dua arah, yaitu pengiriman dan penerimaan respon dari pusat komputer dalam waktu yang relatif cepat. Sebagai ilustrasi dapat dilihat gambar 5.


Gambar 5

Penggunaan sistem ini memerlukan suatu teknik dalam hal sistem disain, dan pemrograman, hal ini disebabkan karena pada pusat komputer dibutuhkan suatu bank data atau database yang siap untuk setiap kebutuhan. Biasanya peralatan yang digunakan sebagai database adalah magnetic disk storage, karena dapat mengolah secara direct access (akses langsung), dan perlu diketahui bahwa pada sistem ini menggunakan kemampuan multiprogramming, untuk melayani berbagai macam keperluan dalam satu waktu yang sama.

Time sharing system :
Time sharing system adalah suatu teknik penggunaan online system oleh beberapa pemakai secara bergantian menurut waktu yang diperlukan pemakai (gambar 6). Disebabkan waktu perkembangan proses CPU semakin cepat, sedangkan alat Input/Output tidak dapat mengimbangi kecepatan dari CPU, maka kecepatan dari CPU dapat digunakan secara efisien dengan melayani beberapa alat I/O secara bergantian. Christopher Strachy pada tahun 1959 telah memberikan ide mengenai pembagian waktu yang dilakukan oleh CPU. Baru pada tahun 1961, pertama kali sistem yang benar-benar berbentuk time sharing system dilakukan di MIT (Massachusetts Institute of Technology) dan diberi nama CTSS (Compatible Time Sharing System) yang bisa melayani sebanyak 8 pemakai dengan menggunakan komputer IBM 7090.


Gambar 6

Salah satu penggunaan time sharing system ini dapat dilihat dalam pemakaian suatu teller terminal pada suatu bank. Bilamana seorang nasabah datang ke bank tersebut untuk menyimpan uang atau mengambil uang, maka buku tabungannya ditempatkan pada terminal. Dan oleh operator pada terminal tersebut dicatat melalui papan ketik (keyboard), kemudian data tersebut dikirim secara langsung ke pusat komputer, memprosesnya, menghitung jumlah uang seperti yang dikehendaki, dan mencetaknya pada buku tabungan tersebut untuk transaksi yang baru saja dilakukan.

Distributed data processing system
Distributed data processing (DDP) system merupakan bentuk yang sering digunakan sekarang sebagai perkembangan dari time sharing system. Bila beberapa sistem komputer yang bebas tersebar yang masing-masing dapat memproses data sendiri dan dihubungkan dengan jaringan telekomunikasi, maka istilah time sharing sudah tidak tepat lagi. DDP system dapat didefinisikan sebagai suatu sistem komputer interaktif yang terpencar secara geografis dan dihubungkan dengan jalur telekomunikasi dan seitap komputer mampu memproses data secara mandiri dan mempunyai kemampuan berhubungan dengan komputer lain dalam suatu sistem.
Setiap lokasi menggunakan komputer yang lebih kecil dari komputer pusat dan mempunyai simpanan luar sendiri serta dapat melakukan pengolahan data sendiri. Pekerjaan yang terlalu besar yang tidak dapat dioleh di tempat sendiri, dapat diambil dari komputer pusat.

















Gambar 7



Sumber :
http://www.google.co.id/search?hl=id&q=komunikasi+data&meta=

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management